16.5.16

TIDUR *SEBELUM/SEHABIS* SHALAT

TIDUR *SEBELUM/SEHABIS* SHALAT

Apakah yg dimaksud dg _HAILULAH, QAILULAH & 'AILULAH?_

HAILULAH adalah : 
tidur _sehabis melaksanakan sholat subuh_, dinamakan demikian krn tidur tsb dpt menghalangimu dr rejeki yg ALLAH SWT tebar pd waktu pagi hari.

QAILULAH adalah : 
tidur _SEBELUM melakukan sholat dhuhur_ sekitar 26 - 30 menit sblm dikumandangkannya adzan dhuhur, tidur jenis ini sgt bemanfaat dan sgt dianjurkan oleh Nabi Saw.
Menjelaskan ketika musim panas rasulullah tidur sebelum Dzuhur dan ketika musim dingin beliau Nabi Muhammad tidur setelah dzhuhur

'AILULAH adalah : 
tidur _sehabis melakukan sholat ashar_, tidur jenis satu ini dpt menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah : sesak napas dan murung dan gelisah.

Sebarkanlah,,,
Karena jarang diantara kita yg faham apa itu _QAILULAH, HAILULAH & 'AILULAH_
sehingga bermanfaat bg semua dan terhindar segala macam penyakit, hissiyyah ataupun ma'nawiyyah. 
aamiin yra
Wallahu`alam

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari - hari Aamiin.

*"dibuang sayang~postingan dari grup sebelah" ~~ Akan banyak postingan seperti ini (semoga Insha Allah) yang merupakan share di chattingan grup wa atau bbm atau apalah :), daripada hanya tersimpan di ponsel atau hanya 'mandeg' ketika sudah dishare... semoga ditulis disini bisa lebih bermanfaat... aamiin (j.a.p)

Manfaat Besedekah

Bismillah...
(dibuang sayang~postingan dari grup sebelah)

Assalaamualaikum...

Kupas Kitab Ziarah ke Alam Barzakh (Al Imam Jalaluddin As-Suyuti)

KENAPA SI MATI LEBIH MEMILIH UNTUK BERSEDEKAH SEANDAINYA DIA DIKEMBALIKAN KE DUNIA?
  • Sebagaimana firman Allah, "...wahai Tuhanku, alangkah baiknya Engkau lambatkan kedatangan ajalku sedikit waktu lagi, supaya aku dpt bersedekah....." -(surah al munafiqun:10)
  • Sedangkan dia tidak berkata "supaya aku dapat mengerjakan umrah" atau "supaya aku dpt solat" atau "supaya aku dpt berpuasa"?
  • Seorang ulama berkata, "Tidaklah seseorang yg tlh mati itu menyebut utk bersedekah melainkan karena kehebatan pahala yg telah dilihatnya selepas kematiannya.."
  • Maka hendaklah kamu perbanyak sedekah karena sesungguhnya seorang mu'min akan berada di bawah teduh pahala sedekahnya pada hari kiamat nanti.
  • Bersedekahlah utk saudaramu yg tlh meninggal dunia karena sesungguhnya mereka amat berharap utk kembali ke dunia utk bersedekah dan melakukan amalan soleh.
  • Oleh karena itu realisasikanlah harapan mereka. Dan latihlah anak2 kita supaya membiasakan diri dgn bersedekah.
  • Bersedekahlah.. Sesungguhnya Allah memberi ganjaran kpd org yg bersedekah.
  •  Adakah anda pernah membaca tentang faedah bersedekah?

  1.  Amalan sedekah itu adalah salah satu pintu daripada pintu2 syurga
  2. Sedekah adalah sebaik2 amalan soleh dan sebaik2 sedekah ialah memberi makan
  3. Pahala sedekah akan menaungi pemiliknya pada hari kiamat dan melepaskannya dari azab neraka
  4. Sedekah dapat memadamkan kemurkaan Allah dan panasnya kubur
  5. Sedekah adalah sebaik2 hadiah buat si mati, yang paling bermanfaat untuknya di kubur dan yang ditambah oleh Allah akan rezeki (karena bersedekah)
  6. Sedekah adalah satu penyucian harta dan jiwa dpt menggandakan kebaikan.
  7. Sedekah adalah puncak kegembiraan si pemberi dan puncak wajahnya bercahaya di hari kiamat
  8. Sedekah menjadi pengaman dari ketakutan pada hari huru hara besar dan hari yang tiada kesedihan karena hilangnya sesuatu darinya (hari kiamat)
  9. Sedekah menjadi puncak keampunan terhadap dosa dan penghapusan dari kejahatan
  10. Sebagai pembawa berita gembira tentang akhir yg baik dan puncak doa malaikat buatnya
  11. Orang yag bersedekah adalah org yg terbaik di kalangan manusia.
  12. Pahala sedekah juga adalah utk semua yg berkongsi tentang sedekah itu (bukan hanya utk si pemberi)
  13. Pemberi sedekah dijanjikan kebaikan yg banyak dan pahala yg besar
  14. Orang yang suka berinfaq adalah salah satu sifat orang yg bertaqwa.
  15. Dan sedekah menjadi puncak lahirnya kasih sayang hamba Allah kepada si pemberi.
  16. Sedekah tanda dermawan dan salah satu tanda kemuliaan dan kemurahan hati
  17. Bersedekah memustajabkan doa dan memecahkan segala kesulitan.
  18. Bersedekah menolak bala dan menutup  70 kejahatan di dunia.
  19. Sedekah memanjangkan umur, menambah rezeki, menjadi puncak rezeki dan kemenangan
  20. Sedekah menjadi obat, penawar dan penyembuh
  21. Sedekah menghalang kebakaran, tenggelam akibat banjir dan kecurian
  22. Pahala sedekah adalah tetap (tidak berbeda-beda) walaupun diberikan kepada hewan ternak atau burung2.

Dan silahkan sedekah dg menyebarkan tulisan ini dengan niat bersedekah.

*"dibuang sayang~postingan dari grup sebelah" ~~ Akan banyak postingan seperti ini (semoga Insha Allah) yang merupakan share di chattingan grup wa atau bbm atau apalah :)
, daripada hanya tersimpan di ponsel atau hanya 'mandeg' ketika sudah dishare... semoga ditulis disini bisa lebih bermanfaat... aamiin (j.a.p)

11.5.16

Kisah Seorang Pemuda dan Pelana Kuda

Bismillah...

Dikisahkan dalam perjalanannya, si Fulan sedang melakukan safar atau perjalanan jauh dengan mengedarai seekor kuda, panas terik membuat dia memutuskan berhenti sejenak untuk sekadar melepas dahaga di Kedai terdekat.

Tak lama jarak perjalanan berselang sampailah si Fulan di sebuah Kedai, diikatkanlah kudanya di tempat yang sudah disediakan di halaman kedai kemudian si Fulan memilih meja dimana ia bisa melihat sekaligus mengawasi kuda miliknya dari dalam. Tak lama setelah si Fulan memesan hidangan, dilihatnya sesosok pemuda dengan penampilan dekil dan sedikit compang-camping menghampiri kuda-nya. Si Fulan memperhatikan dengan seksama, bukan curiga hanya penasaran dengan apa yang akan dilakukan si pemuda ini yang terlihat perlahan-lahan mulai mengelus-elus kuda-nya.

Hidangan pun datang. Sembari menyantap, si Fulan sesekali melihat pemuda tadi, kali ini ia terlihat menggosok-gosok badan kuda dengan air seperti dia sedang merawatnya (biasanya pada jaman itu di tempat-tempat seperti ini memang disediakan air didekat tempat 'parkir' kuda untuk minum kuda-kuda yang diikat), si Fulan kemudian faham akan maksud si pemuda tadi, ia mungkin melakukan itu demi mendapatkan imbalan alakadarnya ataupun sekadar makanan dari si pemilik kuda, melihat penampilan dan tingkah laku si pemuda yang terlihat baik si Fulan pun berkata dalam hati, "Aku akan memberinya 15 Dinar, tapi nanti selepas aku menghabiskan hidangan ini".

Menit berlalu, hidangan si Fulan habis dan ia pun telah membayarnya, tinggal ia tunaikan hajatnya untuk memberi 15 Dinar pada si pemuda tadi, namun sesampainya di pintu keluar dia melihat si pemuda sudah tidak berada disana dan "Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun..." ucap si Fulan sembari terperana, ia juga mendapati pelana kudanya hilang. Kini penilaian si Fulan terhadap si pemuda tadi bercampur aduk antara marah dan kecewa, namun dia-pun tidak cukup bukti apakah benar si pemuda ini yang mencuri pelana kuda-nya.

Tanpa terlalu banyak memikirkan kejadian tadi, si Fulan bergegas menuntun kudanya untuk mencari pasar terdekat guna membeli pelana pengganti agar ia dapat melanjutkan perjalanannya. Alhamdulillah, tak jauh dari Kedai ditemukannya sebuah pasar, dia berharap ada kios yang menjual pelana kuda. 

"Masya Allah..." ucap si Fulan saat ia masuk ke sebuah kios, ia bingung harus gembira atau sedih karena melihat pelana kuda-nya yang hilang telah terpajang di sana, dan ya... dijual tentunya. 

*** 

"Afwan, saya bingung harus bercerita seperti apa..." spontan si Fulan berbicara pada si penjual, "Seorang pemuda berbaju compang-camping,dan bla..bla.. (si Fulan menjelaskan detil ciri-ciri si pemuda), ia mendekati kuda-ku saat aku rehat di sebuah Kedai, saat aku keluar aku mendapati pelana kuda-ku raib bersamanya..." lanjutnya, "Dan demi Allah, ini pelana kuda-ku yang hilang itu..." seraya memegang pelana kuda-nya yang terpajang.

"Subhanallah..." si Penjual menanggapi, "Benar apa yang engkau katakan wahai Tuanku, seorang pemuda persis dengan ciri-ciri yang engkau sebutkan datang beberapa waktu yang lalu menjual pelana ini dengan harga 15 Dinar, aku tak sadar betapa murahnya ia menjualnya sehingga ak tak berfikir panjang untuk membelinya..." lanjut si Penjual, "Dan demi Allah aku tak akan sudi membelinya jika aku tahu bahwa itu adalah pelana curian... Subhanallah..." seraya mengeleng-gelengkan kepala si Penjual melanjutkan ucapannya.

Ingin menebus kesalahan, si Penjual kemudian menawarkan pelana itu untuk si Fulan, "Ambil-lah pelana ini wahai Tuan-ku..." ucapnya, "Namun semoga engkau berkenan menukarku 15 Dinar, seharga dengan jumlah yang aku keluarkan untuk membelinya dari si pemuda tadi..." lanjutnya kemudian. 

Tanpa berfikir panjang si Fulan segera mengeluarkan uang sejumlah yang diminta untuk menukar pelana kuda-nya, dan ia pun segera pamit untuk melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalanannya si Fulan berfikir apa hikmah yang dia dapat dari kejadian tadi. Semua hikmah akan diawali dengan "jika saja", "Jika saja si pemuda tadi bersabar lagi sedikit untuk menungguku selesai makan, maka dia akan mendapatkan 15 Dinar yang halal dariku, namun karena dia tidak bersabar, dia tetap mendapatkan 15 Dinar tapi dari cara yang salah, sehingga haram-lah 15 Dinar yang didapatnya" gumamnya. 
"Sebenarnya rejekinya sudah ditetapkan oleh Allah sebesar 15 Dinar hari ini, hanya tinggal bagaimana dia menjemputnya...". 

Si Fulan tiba-tiba tersenyum kecil seperti sadar akan sesuatu, ia kembali bergumam "Begitu juga dengan aku, Allah telah menetapkan bahwa aku akan mengeluarkan 15 Dinar hari ini, Jika saja saat aku berniat untuk memberi 15 Dinar kepada pemuda itu dan aku bersegera memberikannya, insha Allah aku akan mendapatkan pahala bersedekah, namun karena aku memilih untuk menundanya, maka akhirnya aku tetap mengeluarkan 15 Dinar hanya untuk membeli barangku sendiri, yang akhirnya tidak bernilai sedekah untukku... Subhanallah..."


Hikmah yang bisa diambil dari kisah diatas ialah menyegerakan bersedekah setelah berniat, dan juga terus bersabar dan tawakal dalam menjemput rizki dari Allah S.W.T. Wallahu a'lam


***

sumber kisah : Saya pernah mendengarkan cerita ini dikisahkan oleh seorang ustadz tapi saya lupa oleh siapa dan dimana :), seingat saya dulu dikisahkan dari sebuah riwayat dan si Fulan adalah seorang Sahabat Rasulullah yang sedang bersyafar. Namun karena saya benar-benar lupa sumber riwayatnya maka saya tulis saja dengan versi saya, mohon maaf jika ada kesalahan, semoga dapat bermanfaat. Aamiin. (j.a.p)


***